Advertisemen
![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA, Bekerja di tempat-tempat yang
akrab dengan suara keras atau bising ternyata tak hanya memengaruhi kesehatan
pendengaran. Penelitian membuktikan suara bising ternyata juga memengaruhi
kesehatan jantung.
"Dibandingkan dengan orang yang
memiliki pendengaran normal, mereka yang mengalami paparan suara dalam
frekuensi tinggi memiliki risiko dua kali lebih besar terserang penyakit
jantung koroner," tutur Dr Wen Qi Gan dari University of Kentucky College
of Public Health di Lexington, seperti dikutip dari Reuters, Minggu
(4/10/2015).
Penelitian Dr Wen
dilakukan berdasarkan data 5.223 partisipan National Health Survey Amerika
Serikat dari tahun 1.999 hingga 2004. Para partisipan berusia 20 hingga 69
tahun dan memiliki gangguan pendengaran.
Hasil penelitian menyebut orang dengan
ketulian di suara frekuensi tinggi pada kedua telinganya meningkatkan risiko
penyakit jantung koroner hingga dua kali lipat. Namun pada usia di bawah 50,
risiko ini bisa meningkat 4 kali lipat.
Hanya saja risiko yang sama tidak berlaku
bagi orang dengan ketulian sebelah, atau orang dengan ketulian di frekuensi
rendah. Peneliti mengatakan hal ini ada hubungannya dengan paparan suara bising
di tempat kerja dalam waktu yang lama.
Dr Wen mengatakan temuan ini semakin
memperkuat adanya hubungan antara gangguan pendengaran dan kesehatan jantung.
Penelitian sebelumnya mengatakan suara bising memang memengaruhi tekanan darah,
risiko stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya.
"Hasil penelitian sebelumnya
mengatakan hal yang sama. Paparan suara bising dan keras dalam waktu lama
memang dapat memengaruhi kesehatan jantung," ungkap Dr Wen.
"Oleh karena mereka yang bekerja di
tempat-tempat dengan suara keras harus merawat kesehatan pendengaran.
Menggunakan earmuff ataupun earplug akan sangat membantu," pungkasnya.
Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sumber : Klik di sini!
Advertisemen

