Advertisemen
![]() |
| Ilustrasi |
Setiap anak kecil pasti memiliki rasa
takut, dalam kadar yang berbeda-beda. Ketakutan ini ada yang wajar dan ada juga
yang tidak. Adalah tugas kita, sebagai orang tua untuk membantunya mengatasi
rasa takut ini. Walaupun kesannya sepele, namun sebenarnya mampu tidaknya orang
tua membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan membangun keberanian ini
memiliki dampak yang besar di kemudian hari. Anak yang kurang berhasil
mengatasi ketakutan-ketakutan masa kecilnya, biasanya cenderung menjadi penakut
dan kurang percaya diri dikemudian hari. Sebaliknya anak yang dapat mengatasi
ketakutan masa kecilnya biasanya tumbuh menjadi berani dan punya percaya diri.
Rasa takut sendiri sebenarnya adalah hal
yang normal, dan hal yang dapat dipahami. Justru rasa takut inilah yang membuat
anak dan kita sendiri menjadi terhindar dari berbagai bahaya. Secara tidak
sadar bahkan kita sebagai orang tua sering kali mengajarkan anak untuk takut.
Sering kita berkata Awas nanti jatuh ! atau juga, Awas, hati-hati kalau
menyeberang jalan, nanti tertabrak mobil yang lewat! Dengan berkata seperti itu
pada anak,sebenarnya kita mengajari anak untuk menggunakan rasa takutnya agar
berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Dalam batas orang tua tidak
menakut-nakutinya secara berlebihan, tidak jadi masalah, bahkan bisa membuat
anak untuk lebih berhati-hati dalam segala hal.
Namun ada kalanya orang tua sudah kehabisan
akal untuk mengatur anaknya, dan akhirnya menakut-nakutinya secara berlebihan
supaya anaknya menurut. Misalnya mengacam kalau tidak mau makan nanti akan
dimakan raksasa, atau semacamnya. Walaupun tidak selalu, kalau hal seperti ini
berlebihan, bisa jadi malah anak jadi penakut. Jadi kita harus ingat, bahwa
yang kita tanamkan di sini adalah supaya anak berhati-hati kalau melakukan
sesuatu, bukan menggali ketakutan terhadap imajinasinya tentang monster,
raksasa, binatang buas, dan sebagainya yang mengancam dirinya. (Termasuk yang
paling saya pribadi tidak setuju adalah orang tua yang menakuti-nakuti “Awas kalau tidak mau makan disuntik sama dokter!” karena ini justru membuat anak susah kalau mau dibawa ke dokter)
Dalam penelitian yang pernah dilakukan di
Amerika, berbagai ketakutan yang ada dalam diri orang dewasa, ternyata memang
berkaitan dengan masa kecilnya, atau sudah ada sejak masa kecilnya tak pernah
mau hilang. Ketakutan ini antara terhadap gelap, takut sendirian, takut
terhadap penolakan, takut terhdap kegagalan, takut terhadap dokter, takut pada
binatang, takut berbuat salah, dan lain sebagainya
Takut akan kegelapan
Biasanya ketakutan akan kegelapan timbul
ketika orang tua mengharuskan anak tidur dalam kamarnya yang benar-benar gelap,
atau bila anak terbangun di tengah malam, dalam keadaan kamarnya yang gelap
gulita. Pada beberapa anak, bahkan dapat menjadi berdebar-debar ketakutan dengan
hebatnya di saat berada dalam kegelapan. Orang tua harus menyadari bahwa
ruangan yang gelap gulita bagi anak kecil akan tampak berbeda sekali
dibandingkan bila masih diterangi oleh lampu penerangan. Dan orang tua harus
memahami ketakutan mereka ini, bahkan walaupun ketakutan itu terkesan tidak
masuk akal, dan orang tua juga harus berusaha meyakinkan anak bahwa tak ada
apa-apa yang perlu ditakutkan. Berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan :
? Gunakanlah lampu penerangan yang kecil,
yang banyak dijual di toko-toko. Lampu ini sekedar menjadikan kamar tidak gelap
sama sekali, tetapi masih nyaman untuk tidur. Akan tetapi saat memasang lampu
inipun, perhatikan juga jangan sampai malah menimbulkan bayangan yang
menakutkan bagi anak.
? Saat anak hendak tidur, temanilah ia
sebentar, setelah lampu dimatikan. Ajak anak berbincang-bincang sebentar, buat
anak merasa nyaman dan terbiasa dengan keadaan yang gelap tersebut. Setelah
anak merasa nyaman dan tidak takut lagi, ia sudah dapat ditinggal
? Buka sedikit pintu kamarnya, dan yakinkan
ia bahwa kita tak akan jauh-jauh darinya dan akan selalu ada bila diperlukan.
? Jika ia terbangun di tengah malam, jangan
biasakan ia untuk tidur di kamar orang tuanya, apalagi bila anak sudah agak
besar. Bila tidak,hal ini akan semakin menjadi kebiasaan, dan menjadi semakin
sulit untuk menghilangkannya. Sebaiknya buatlah ia merasa aman dan nyaman untuk
kembali ke kamarnya, dan katakan padanya bahwa orang tuanya bangga bila
anakknya sudah cukup dewasa untuk bisa tidur sendiri di kamarnya.
Takut pada binatang
Ketakutan pada binatang hampir dialami oleh
setiap anak kecil, namun biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan
pertambahan usianya. Berikut ini beberapa tips yang membantu anak untuk tidak
takut terhadap binatang :
? Jangan pindahkan ketakutan kita sendiri
pada anak. Jadi jangan takut-takuti anak secara berlebihan atau malah
membuatnya tambah takut terhadap binatang.
? Identifikasi apa yang membuat anak
menjadi takut, dan apa alasannya.
? Ada baiknya bila membiasakan anak yang
sudah agak besar untuk memiliki binatang peliharaan. Dengan demikian anak
menjadi biasa merawat dan bermain dengan binatang. Namun harus diingat untuk
memilih hewan peliharaan yang tidak lebih besar darinya, dan tidak berbahaya
baginya.
? Jangan biarkan anak untuk bermain dengan
binatang dengan cara yang menyakiti atau menyiksa binatang tersebut. Hal ini
dapat menyebabkan binatang piaraan yang tadinya jinakpun menjadi marah dan
menyerang si anak.
? Jangan paksa anak untuk memelihara
binatang tertentu, tapi biarkanlah ia sendiri yang menentukan dan ia akan
memeliharanya dengan senang hati, bukan menjadi beban. Bila memang ia tak mau
memelihara binatang, biarlah tidak usah memaksanya.
Ketakutan seorang anak kadang kala bagi
orang dewasa sangat tidak masuk akal, dan terkesan mengada-ada. Akan tetapi
kita harus berusaha mengerti apa yang dirasa dan ada dalam bayangan si anak.
Dengarkanlah cerita si anak, biarkan dia mengutarakan semuanya sampai selesai,
dan jangan dikomentari dahulu. Cobalah mencari secara spesifik apa sebenarnya
yang membuatnya takut. Berikanlah empati baginya sehingga ia merasa didukung.
Dari situ kita akan lebih mudah untuk membantunya mengatasi ketakutannya. Satu
hal yang sering terlupa, bahwa saat kita kecilpun kadang kita mengalami suatu
ketakutan yang mungkin agak berbeda bentuknya tapi sebenarnya serupa dengan
anak kita Jadi jangan salahkan anak, tapi dukung dan bantulah ia.
Advertisemen

